Kamis, 03 Juli 2014

penyebab umum kanker paru paru

Penyebab umum kanker paru paru secara lengkap semoga bermanfaat bagi anda :)

Obat Tradisional Kanker Paru-Paru


Kanker paru-paru merupakan penyakit dengan ciri khas adanya pertumbuhan sel yang tidak terkontrol pada jaringan paru-paru. Bila tidak dirawat, pertumbuhan sel ini dapat menyebar ke luar dari paru-paru melalui suatu proses yang disebut metastasis ke jaringan yang terdekat atau bagian tubuh yang lainnya. Sebagian besar kanker yang mulai di paru-paru, yang dikenal sebagai kanker paru primer, adalah karsinoma yang berasal dari sel epitelium. Jenis kanker paru yang utama adalah SCLC (kanker paru sel kecil), atau disebut juga kanker sel gandum, dan NSCLC (kanker paru non-sel-kecil). Gejala paling umum adalah batuk (termasuk batuk darah), berat badan turun dan sesak napas.

Penyebab paling umum kanker paru adalah paparan dalam jangka waktu yang lama terhadap asap tembakau,  yang menyebabkan 80–90% kanker paru. Bukan perokok mencapai angka 10–15% dari kasus kanker paru,  dan kasus ini biasanya disebabkan oleh kombinasi antara faktor genetik, gas radon,  asbestos,  dan polusi udara termasuk asap rokok pasif. Kanker paru dapat dilihat melalui foto rontgen dada dan tomografi komputer (CT scan). diagnosis dapat dipastikan dengan biopsi yang biasanya dilakukan melalui prosedur bronkoskopi atau dipandu dengan CT. Perawatan dan hasil dalam jangka panjang tergantung pada tipe kanker, stadium (tingkat penyebaran), dan keadaan kesehatan pasien secara keseluruhan, diukur berdasarkan kondisi umum.

Perawatan biasanya meliputi pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi. NSCLC biasanya ditangani melalui pembedahan, sedangkan SCLC umumnya memberikan respons yang lebih baik terhadap kemoterapi dan radioterapi. Secara keseluruhan, 15% dari penduduk di Amerika Serikat terdiagnosa kanker paru mencapai harapan hidup lima tahun setelah diagnosis. Secara global, kanker paru merupakan penyebab utama kematian karena kanker pada laki-laki dan perempuan, dan bertanggung jawab untuk 1,38 juta kematian setiap tahunnya, hingga tahun 2008.

Info lengkap kunjungi wikipedia, klik: http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_paru-paru

Selasa, 01 Juli 2014

obat herbal kanker paru paru

Produk obat herbal kanker paru paru yang aman efektif dan ampuh, terbuat dari kulit manggis dan daun sirsak. Silakan simak penjelasan di bawah ini dan pesan pada kami, penjual ace maxs asli. benar ace maxs lah obat nya … Obat herbal kanker paru paru

Produk obat herbal kanker paru paru

Testimoni Gunadi Sasongko Produk obat herbal kanker paru paru Jus ace maxs

  • Nama : Gunadi Sasongko
  • Umur : 48 tahun
  • Asal : Depok, Jawa Barat
  • Profesi : Musisi Organ Tunggal
  • Penyakit : Kanker Paru-Paru

Penyakit ini benar-benar mematikan mata pencarian saya sebagai seorang pemain organ tunggal, karena sudah otomatis saya tidak punya penghasilan. Saya jalani pengobatan rutin 6 bulan ke dokter dgn menggunakan kartu jamkesmas tapi hasilnya tidak banyak kemajuan. Saya hanya pasrah dan lebih banyak tidur serta berada di rumah sepanjang hari, tidak banyak hal yg bisa saya kerjakan. Tiba-tiba datang tetangga memberikan Produk Obat herbal kanker paru paru ACE MAX'S buat saya minum. Katanya ini dari kulit buah manggis dicampur dgn daun sirsak, buat Pak Gun gratis, karena ada bantuan sosial dari perusahaan. Betapa senangnya hati dan perasaan saya. Siang itu langsung saya minum 35 ml, sore 35 ml dan malam 35 ml. Badan rasanya hangat, segar dan malah saya tidak sering tidur he he he. Setelah habis 6 botol saya coba periksa lagi ke dokter walau kata saya tidak punya uang tapi saya mau tahu kejelasannya hasilnya, dan memang benar, penyakit paru-paru saya semakin terpojok. Tidak mudah berkembang lagi sel-selnya, tetapi saya terus minum ACE MAX'S, tambah obat dokter saya kombinasikan untuk lebih cepat proses penyembuhannya. Satu atau dua jam setelah minum obat dokter baru saya minum ACE MAX'S.

Info kanker paru paru: http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_paru-paru

Info lengkap klik: http://stopsakit.wordpress.com/2014/07/02/paru/

Minggu, 02 Februari 2014

jelly gamat obat alami untuk mengatasi maag kronis

Mencari jelly gamat obat alami untuk mengatasi maag kronis? Kami menyediakannya, jelly gamat obat alami untuk mengatasi maag kronis yang aman dari teripang emas. Silakan simak di bawah ini.

jellygamatggJelly gamat obat herbal yang sangat baik dalam mengobati maag biasa maupun kronis. Terbuat dari jenis teripang emas Stichopus Variegatus yang unggul karena mempunyai senyawaGamapeptide (Hanya terdapat pada spesies Stichopus Variegatus, tidak ditemukan di spesies lain). Kualitas yang terbaik ini didapat karena proses pengolahan yang kami lakukan dengan cara modern sehingga khasiat herbalnya tidak hilang.

  • Mencegah inflamasi dan mengurangi rasa sakit, mempercepat penyembuhan luka (3 kali lebih cepat)
  • Mengaktifkan pertumbuhan dan aktifitas sel-sel
  • Membuat kulit menjadi lebih muda dan meningkatkan kecantikan
  • Menenangkan dan menstabilkan emosi
  • Memelihara sirkulasi darah

Dari penelitian terbukti bahwa teripang/gamat memiliki kandungan “Cell Growth Factor” (faktor regenerasi sel) sehingga mampu merangsang regenerasi (pemulihan sel dan jaringan tubuh manusia yang telah rusak/sakit bahkan membusuk), sehingga menjadi pulih kembali dalam waktu relatif singkat sehingga tidak heran gamat telah banyak di gunakan untuk mengobati maag kronis.

Kalau mau mencari penjelasan maag, klik: http://id.wikipedia.org/wiki/Maag

Informasi lengkap obat di atas klik:: http://stopsakit.wordpress.com/2013/11/20/obat-maag-kronis/

Terima kasih telah menyimak jelly gamat obat alami untuk mengatasi maag kronis, salah sehat ...

Rabu, 25 Juli 2012

Rabu, 06 Juni 2012

Peraturan Penerbangan

Sebelumnya saya tidak pernah mengetahui dan mencari tahu tentang peraturan penerbangan bagi wanita yang hamil, hal ini baru menjadi perhatiaan dikala ada teman yang akan mendapat tugas ke luar pulau sehingga mengharuskan menggunakan pesawat terbang untuk efektifitas waktu dan tenaga,.

Kebetulan seorang taman tersebut sedang hamil, dan dia pun mengalami keberatan dengan tugas tersebut karena kondisi kehamilannya. hal tersebut membuat saya ingin mengetahui tentang keselamatan penerbangan bagi wanita yang sedang hamil.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) , suatu organisasi dokter kebidanan dan kandungan di Amerika Serikat menyatakan, perjalanan sesekali dengan pesawat terbang telah dinyatakan aman bagi wanita dengan usia kehamilan hingga 36 minggu, dengan syarat tidak memiliki komplikasi di saat hamil atau penyakit penyerta lainnya. Setelah usia kehamilan 36 minggu disarankan bagi wanita hamil untuk tidak melakukan perjalan udara, hal ini untuk menghindari jika ada kesalahan dalam perhitungan hari perkiraan kelahiran atau persalinan yang dimulai sebelum harinya.

Pesawat terbang bukan tempat yang aman untuk melahirkan. Bila seorang wanita akan melakukan perjalanan udara sesudah usia kehamilan 36 minggu maka wanita tersebut membutuhkan surat pernyataan dokter bahwa kehamilannya baik tanpa komplikasi dan masih jauh dari saat kelahiran

jadi memang seyogyanya wanita yang sedang hamil harus benar-benar mendapatkan rekomendasi dari dokter, sehingga dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, dan untuk kehamilan yang diatas 36 minggu, untuk kebaikan ibu dan anak disarankan tidak melakukan penerbangan, dan fokus menjaga kesehatan.

di posting ulang oleh: obat kelenjar getah bening

Jumat, 01 Juni 2012

Ritual Penyapihan Anak

Berbicara tentang wanita rasanya tak akan pernah ada habisnya. Wanita selalu saja menarik untuk kita kupas dari segi manapun. Dari penampilannya, gaya hidupnya juga kesehariannya selalu bisa kita jadikan topik pembicaraan. Saking menariknya dunia wanita ini, makanya tak jarang kita jumpai rubrik khusus yang membahas seputar wanita. Lihat saja di koran dan majalah, bahkan mungkin di acara radio dan televisi dapat dengan mudah kita temukan informasi seputar wanita.

Di era modern ini, wanita tidak bisa dipandang sebelah mata lagi. Banyak sekali profesi yang dulunya dominan dilakukan oleh pria, sekarang menjadi lazim dilakukan oleh seorang wanita. Tengoklah berapa banyak wanita yang menduduki jabatan direktur, manajer, atau bahkan arsitek. Jabatan-jabatan tersebut umumnya dulu diduduki oleh kaum pria. Tapi seiring dengan kemajuan jaman, hal itu memungkinkan dijabat oleh wanita. Untuk itulah sebagai sesama wanita, kondisi yang demikian menjadikan saya bangga akan terhadap kaum saya ini. Saya bangga jika melihat ada wanita menjadi tukang becak, sopir angkot atau malah mungkin tukang gali kubur. Sama halnya dengan kekaguman saya terhadap pria yang menjadi sekretaris, koki atau malah pramugara.

Menyalahi kodrat? Ah tidak juga. Di jaman globalisasi ini "bertukar peran" antara tugas kaum pria dengan wanita, atau sebaliknya bukanlah barang yang baru. Apalagi dengan isu kesetaraan gender, pria berprofesi di bidang yang mayoritas ditekuni wanita atau sebaliknya wanita berkutat di bidang pekerjaan kaum pria sudah jamak terjadi. Jadi ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan permasalahan menyalahi kodrat.

Sebagai kasus misalnya seorang ibu rumah tangga yang semula hanya bekerja di lingkup domestik, masak, mencuci dan melakukan pekerjaan rumah tangga pada umumnya, tiba-tiba harus bekerja di sektor publik menjadi sopir angkot dadakan gara-gara suaminya yang seharusnya melakukan itu terkena musibah kecelakaan. Apakah kondisi yang demikian bisa disamakan dengan istilah menyalahi kodrat? Saya lebih sepakat jika hal yang demikian lebih dikarenakan tuntutan hidup. Kalau bukan karena tuntutan dapur agar terus mengebul, tentunya ibu tadi tidak akan bertindak segegabah ibu menggantikan tugas suaminya mencari nafkah. Toh banyak pekerjaan lain yang lebih feminim daripada menjadi sopir angkot. Tapi itu pandangan dari kacamata awam, dari yang menjalankan sendiri mungkin hal itu bukanlah persoalan besar. Sepanjang hal itu bisa dijalani, tidaklah menjadi masalah.

Kembali ke masalah kodrat, tidak bisa dipungkiri jika seorang wanita yang sudah menikah itu bakalan melahirkan. Sudah kodratnya pula wanita untuk mengandung dan juga melahirkan. Sementara kaum pria kebagian "jatah" untuk membuahi. Perpaduan peran keduanya inilah yang akhirnya akan menghasilkan generasi baru yang disebut bayi. Ketika wanita mampu melewati fase melahirkan inilah sering diibaratkan sebagai wanita yang telah "sempurna" dalam kodratnya. Dan sudah menjadi kewajiban wanita dalam hal ini adalah ibu untuk menyusui bayinya setelah fase kelahiran itu dilewati.

Menyusui menjadi salah satu "ritual" yang menarik untuk saya soroti mengingat dalam fase ini ada hal yang tidak bisa disepelekan yaitu masalah penyapihan. Penyapihan adalah suatu proses penghentian kegiatan menyusui bayi pada ibunya karena sudah melewati masa yang seharusnya, yakni 2 tahun. Jadi setelah lewat 2 tahun sebaiknya bayi sudah tidak menyusu lagi atau tidak menerima ASI (Air Susu Ibu) lagi.

Dan kalau mau bicara tentang penyapihan, tentu saja yang paling enak diajak omong adalah ibu-ibu yang pernah atau sedang menyusui anaknya. Membicarakan masalah penyapihan bayi kepada kaum pria, apalagi jika dilakukan di warung atau terminal, saya berani jamin jika pembicaraan tentang ini hanya akan memicu munculnya lelucon seputar wanita dan (maaf) payudaranya.

Saya sendiri mempunyai 2 orang anak kandung yang awalnya juga menyusu pada saya. Tapi kalau boleh jujur, fase menyusui anak yang saya jalankan mungkin tidaklah "semulus" para ibu-ibu pada umumnya. Karena kedua anak saya itu hanya mampu menikmati ASI ibunya dalam waktu yang "sekejap" yaitu sekitar dua bulan saja. Bukan lantaran saya malas menyusui dan tidak ingin payudara kendor setelah proses menyusui itu. Tapi lebih pada faktor kebetulan belaka. Apalagi saya juga tahu bahwa dengan rutin memberikan ASI pada anak secara psikologis katanya justru akan merekatkan hubungan antara ibu dan anak. Begitu pula sebaliknya jika kita enggan memberikan air susu kita pada anak akibatnya dari segi kesehatan akan memicu timbulnya penyakit kanker payudara.

Kalau pada kasus saya, kebetulan di sekitar bulan kedua masa menyusui anak saya, air susu saya tampak sudah habis. Koq bisa? Saya sendiri kurang tahu. Sekitar dua bulan setelah melahirkan, payudara saya benar-benar tampak mengecil seperti saat saya tidak memiliki bayi. Segala cara sudah saya upayakan, misalnya dengan cara dipompa, makan sayur-sayuran segar dan juga minum berbagai obat-obatan tradisional pelancar ASI yang biasa di konsumsi oleh ibu-ibu menyusui. Bahkan konsultasi ke dokter hingga diberikan obat-obatan pun tetap hasilnya nihil. Akhirnya dokter pun sudah angkat tangan. Praktis setelah itu anak saya sudah tidak minum ASI lagi dan terpaksa mengkonsumsi susu formula. Ini terjadi pada anak pertama saya.

Pada anak kedua kasusnya hampir sama yaitu sama-sama sudah habis air susu saya di bulan yang kurang lebih juga sama. Tapi persoalannya lebih dipicu oleh kejadian infeksi pada jahitan operasi ceasar saya. Sekitar sebulan setelah melakukan operasi ceasar, ternyata terjadi infeksi di bekas jahitan di perut saya. Karena itulah selama hampir sebulanan saya harus bolak-balik ke rumah sakit untuk kontrol dan oleh dokter saya diberikan obat antibiotik yang dosisnya kalau tidak salah waktu itu lebih dari 1000 mg. Karena harus rutin meminum obat antibiotik itulah, maka ketika anak saya harus meminum ASI selalu saja muntah-muntah. Saya sempat juga konsultasi dengan dokter tentang hal ini dan oleh dokter disarankan untuk menghentikan pemberian ASI sementara hingga proses penyembuhan infeksi saya selesai. Dan ternyata begitu sembuh, ASI saya kembali habis seperti kejadian pada anak saya yang pertama. Kembali upaya saya lakukan seperti pada anak pertama dan ternyata hasilnya juga sama-sama nihil. Karena itulah kalau ditanya bagaimana pengalaman menyapih anak, saya sama sekali tidak kesulitan karena memang tidak ada proses penyapihan yang saya alami seperti ibu-ibu menyusui lainnya.

Terus sebegitu susahnyakah proses penyapihan itu sehingga kadang-kadang begitu banyak daya dan upaya yang harus dilakukan oleh ibu demi kesuksesan proses menyapih anak-anaknya? Saya malah pernah mendengar kalimat begini : "Salah satu keunggulan ASI adalah pada kemasannya yang memikat!" Tentu saja maksud kalimat diatas hanyalah untuk kelakar saja. Untuk itulah, tak perlu dibaca terlalu serius. Apalagi kita juga tahu keunggulan ASI atas produk susu-susu yang lain dapat diketahui dan dibaca di berbagai media. Oleh karena itu saya pun akan akan membahasnya disini.

Saya justru sering menjumpai kejadian-kejadian lucu yang dialami oleh teman-teman saya selama proses penyapihan anak-anak mereka. Ada yang cukup mudah dengan cara mengoleskan balsem atau minyak kayu putih ke puting sang ibu, sudah mampu membuat anak mereka berhenti nyusu. Ada yang dengan menorehkan betadin ke puting susu ibu sehingga si anak ketakutan melihat noda mirip darah di puting ibunya. Bahkan ada yang saking sulitnya sampai terpaksa mengungsikan anaknya ke rumah neneknya selama sekian hari agar bisa berhenti menyusu ibunya. Setidaknya hal itu juga dialami oleh ibu saya ketika harus menyapih saya dan ketiga adik-adik saya. Saking susahnya saya disapih dulu, maka terpaksa saya dititipkan sementara waktu ke rumah nenek saya yang berlainan kota. Tapi efek yang terjadi selanjutnya akibat "mengungsikan" anak inilah, katanya ibu saya sempat dibenci oleh anak-anaknya yang sedang disapih kala itu. Bahkan anak-anaknya seperti enggan dijemput ibunya sendiri setelah merasa sekian lama "diasingkan" di rumah nenek. Lucu juga kalau saya menyimak cerita-cerita lucu seputar ritual penyapihan anak ini.

Yang lebih lucu lagi ketika saya menceritakan proses penyapihan anak saya yang boleh dibilang "sangat mudah" itu.

"Gimana gak habis kalo air susu ibunya juga dihisap ayahnya. Jelaslah anaknya kalah gak kebagian. Ayah sama anak ternyata saudara sepersusuan ya."

Begitulah olok-olok yang sering saya terima ketika sudah ngumpul keluarga besar. Dan semua saya tanggapi santai-santai saja karena memang tak seperti itulah cerita sesungguhnya.

Terus apa yang membuat proses penyapihan itu begitu pentingnya, sampai-sampai Kitab Suci Al Qur'an juga mengaturnya? Wanita dianjurkan untuk menyempurnakan menyusui anaknya sampai 2 tahun dan selebihnya dilakukan penyapihan.

Tentu saja penyapihan ini sangat penting meskipun prosesnya tidak selalu mudah. Kadang-kadang dibutuhkan perjuangan yang tak mudah karena menyapih membutuh kekuatan mental dari para ibu yang melakukan penyapihan. Mereka harus bertarung antara cinta dan rasa iba pada anaknya. Karena cintanya, ibu diharuskan menyapih anaknya agar jiwa anaknya yang tumbuh nanti tidak cenderung liar akibat selalu menuntut pemuasan atas apa yang diinginkannya. Namun demikian para ibu pun tidak bisa dengan mudah menerapkan model cinta seperti ini karena mesti bertarung dengan perasaan iba dan kasihan kepada anaknya. Bayangkan ibu mana yang tak teriris hatinya kala mendengar anaknya menangis menjerit-jerit meminta disusui?

Selain itu ibu mesti pintar bernegosiasi dengan anaknya karena pada usia penyapihan ini, anak akan cenderung melakukan pembangkangan dan akan menggunakan segenap kemampuan yang dimilikinya untuk "meneror" mental ibunya. Mungkin anda pernah melihat seorang anak yang merengek, menangis keras, tak mau lepas dari pelukan ibunya, atau kalau anak itu cukup cerdik, ia bahkan akan mampu mempengaruhi lingkungan agar mendukungnya untuk mendapatkan ASI dari ibunya. Bisa saja ia menangis keras di tempat ramai dan takkan berhenti sampai sang ibu menyusuinya. Akibat "pengaruhnya" pula sampai-sampai orang disekelilingnya bisa berkata "sudah kasih saja ASInya daripada nangis terus!" Kalau ibunya mampu bernegosiasi, maka anak bisa belajar banyak untuk mengendalikan kesabarannya agar keinginannya bisa terpenuhi.

Jadi kalau ditanya apa sih nikmatnya ASI itu, apakah "kemasannya" memang menarik sehingga seringkali terjadi kesulitan dalam proses penyapihan anak. Kalau kita ingin tahu jawabnya, tentunya kita butuh memahami bahasa bayi. Sayangnya bayi-bayi usia penyapihan pada umumnya masih kurang lancar berbicara. Kalaupun sudah lancar tentu juga tidak mudah untuk menggambarkannya. Seperti halnya saya yang dulu begitu susah disapih, kalaupun saya ditanya apa enaknya ASI, saya pun susah menjelaskannya. Bahkan sekarang pun juga lupa bagaimana rasanya ASI itu. Jadi kalau ditanya mengapa susah melakukan proses penyapihan itu pastilah jawabannya juga bukan lantaran "kemasan" ASI yang begitu memikat. Dan membayangkan proses penyapihan anak, mau tak mau bayangan tentang "kemasan" ASI yang memikat itu justru muncul di pikiran saya. Sambil tersenyum, saya membayangkan betapa kreatifnya Tuhan saat menciptakan kemasannya itu ya sampai-sampai bayi yang tak tahu apa-apa saja begitu susah untuk melepaskannya.

Repost by: Obat tradisional stroke